Cinta . . .
cinta itu ibarat buah . . .
layaknya buah mempunyai pohon dan pohon ini aku menyebutnya proses.
dari mata turun ke hati itulah bibit, bibit-bibit cinta itu sering kita dapat dengan sengaja atau tak sengaja. namun apakah semua bibit yang kita dapat menjadi buah atau aku menyebutnya cinta?
Itulah rumitnya cinta, tak semua bibit bisa menghasilkan cinta.
Seyogyanya cinta itu seperti buah dan apa yang dibutuhkan buah untuk bisa menjadi buah?
itulah prosesnya. . .
jika Bibit mudah untuk didapatkan kembali kepada kita apakah kita ingin menyiraminya dengan air yang ku sebut kebersamaan?
yaa... kebersamaan itu perlu namun apa bibit jika di sirami terus-menerus dengan air apakah akan menumbuhkan pucuk? ya memang tumbuh tapi apa ia bertahan dan tak layu jika disirami air terus menerus.... sama halnya kebersamaan, jangan terlalu bersama karena akan menimbulkan kejenuhan namun juga jangan jarang menyiraminya karena akan timbul kecemasan.
air atau yang ku sebut kebersamaan itu halnya aturan menyirami bibit jarang terlalu sering dan jarang terlalu lama.
ketika tumbuh batang aku sebut itu kepercayaan. dengan adanya kepercayaan maka akan menopang dan menjadi pondasi suatu hubungan. semakin tinggi batang atau yang kusebut itu saling percaya lalu akan tumbuh itu daun atau aku menyebutnya "sayang". satu demi satu daun akan tumbuh menutupi dan melindungi batang. ketika adanya kepercayaan maka muncuk itu sayang dan sayang itu menjaga kepercayaan itu tak terjangkau oleh lingkungan luar.
adahalnya sebuah daun tak semuanya lebat sehingga terjangkau batang itu atau kusebut itu kepercayaan yang telah terjangkau oleh kecemasan akan mengganggu rasa sayang itu karena jika batang digoyangkan ada daun yang terjatuh satu demi satu tergantung kepercayaannya itu tergoyahkan oleh kecemasan.
jika memang kepercayaan terjaga maka rasa sayang itu akan semakin melebat dan muncul apa itu bunga yang kusebut "ketulusan".
hukum alam yang tuhan telah atur ketika bunga muncul maka sedikit lagi buah pun akan terlihat.
itulah yang aku namakan "cinta".
dengan kata sederhana jika kita qiyaskan cinta itu adalah buah
= kebersamaan itu akan memunculkan kepercayaan, dari kepercayaan tumbuhlah rasa sayang, sayang yang terus tumbuh tumbuh tumbuh dan tumbuh terus menerus sehingga suatu saat muncullah ketulusan yang menghasilkan buah yang aku beri nama "CINTA"